<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Hydroponics &#38; Greenhouse Technology &#187; The Hydroponics &amp; Greenhouse Technology</title>
	<atom:link href="https://hidroponik.org/?cat=1&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://hidroponik.org</link>
	<description>hidroponik, greenhouse, hydroponic</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2015 10:27:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>AQUAPONIC &amp; HIDROPONIK</title>
		<link>https://hidroponik.org/?p=131</link>
		<comments>https://hidroponik.org/?p=131#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 01:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[AgriConsult]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Greenhouse Aqua Culture]]></category>
		<category><![CDATA[The Hydroponics & Greenhouse Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hidroponik.org/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Aquaponic adalah kombinasi dari akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam aquaponic, air yang mengandung nutrisi yang dihasilkan dari budidaya ikan merupakan sumber pupuk alami untuk tanaman yang tumbuh. Tanaman sendiri mengkonsumsi nutrisi, dan membantu untuk memurnikan air bagi kehidupan ikan, sehingga merupakan Sebuah proses mikroba alami yang menjadikan antara ikan dan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2012/04/greenhouse-senja-di-palembang1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-139" title="greenhouse indonesia" src="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2012/04/greenhouse-senja-di-palembang1-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a>Aquaponic adalah kombinasi dari akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam aquaponic, air yang mengandung nutrisi yang dihasilkan dari budidaya ikan merupakan sumber pupuk alami untuk tanaman yang tumbuh. Tanaman sendiri mengkonsumsi nutrisi, dan membantu untuk memurnikan air bagi kehidupan ikan, sehingga merupakan Sebuah proses mikroba alami yang menjadikan antara ikan dan tanaman tetap sehatsehat. Hal ini menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dimana kedua tanaman dan ikan dapat berkembang. Aquaponics adalah jawaban ideal untuk masalah petani ikan untuk membuang air yang kaya nutrisi dan petani hidroponik yang memang sangat perlu air kaya nutrisi.</p>
<p>Tanaman sistem Hidroponik tumbuh dalam larutan air dan nutrisi, tanpa tanah. Solusinya dapat dibuat dengan menambahkan unsur-unsur yang diperlukan tanaman dalam air, yang akan diserap langsung ke akar tanaman. Dalam beberapa sistem hidroponik akar berada dalam media tumbuh yang membuat mereka tetap lembab, aerasi dan jumlah oksigen juga membantu untuk mendukung tanaman<br />
Dalam akuakultur, air cepat mengandung gizi karena kaya dengan ikan dalam mencerna makanan dan membuang air limbah. Air limbah biasanya disaring agar bebas dari limbah yang tidak berguna.<br />
Kita akui, model akuakultur belum seluruhnya optimal sebagai usaha potensial, tetapi dimasa datang, bukan tidak mungkin ini menjadi usaha yang dapat di garap secara komersial, sebab dengan mengabungkan aquaponics, petani hidroponik dapat menghilangkan biaya dan tenaga kerja yang terlibat dalam mencampur larutan pupuk dan akuakultur komersial mungkin dapat secara drastis mengurangi jumlah filtrasi yang diperlukan dalam sirkulasi budidaya ikan.</p>
<p>PRINSIP KERJA</p>
<p><a href="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2012/04/aquaponics1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-133" title="aquaponics " src="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2012/04/aquaponics1-300x123.jpg" alt="" width="300" height="123" /></a>Input utama untuk sistem aquaponic adalah makanan ikan. Ikan makan sampah makanan dan mengekskresikan. Lebih dari 50% dari limbah yang dihasilkan oleh ikan adalah dalam bentuk amonia disekresi dalam urin dan, dalam jumlah kecil, melalui insang. Sisa dari limbah, dikeluarkan sebagai kotoran, mengalami proses yang disebut mineralisasi yang terjadi ketika bakteri heterotrofik mengkonsumsi limbah ikan, materi tanaman yang membusuk dan tidak-makan makanan, mengubah ketiga untuk senyawa amoniak dan lainnya. Dalam jumlah yang cukup amonia merupakan racun bagi tanaman dan ikan.</p>
<p>Bakteri nitrifikasi, yang secara alami hidup di air, tanah dan udara, mengubah amonia menjadi nitrit pertama dan kemudian menjadi nitrat yang mengkonsumsi tanaman. Dalam sebuah sistem aquaponic bakteri heterotrofik dan nitrifikasi akan melekat pada dinding tangki, bawah dari rakit, bahan organik, media tumbuh (jika digunakan) dan di kolom air. Bakteri menguntungkan dibahas di sini adalah alam dan akan menghuni sistem aquaponic sesegera amonia dan nitrit yang hadir.</p>
<p>Pada dasarnya, Anda memiliki tiga tanaman untuk tetap hidup di aquaponic &#8211; ikan, tanaman dan bakteri menguntungkan. Entitas ini hidup tiga masing-masing bergantung pada yang lain untuk hidup. Bakteri mengkonsumsi limbah ikan menjaga air bersih untuk ikan. Dalam proses ini, bakteri memberikan tanaman dengan bentuk yang bermanfaat dari nutrisi. Dalam menghilangkan nutrisi melalui pertumbuhan tanaman, tanaman membantu membersihkan air ikan hidup masuk.</p>
<p>Aquaponics adalah metode yang sangat efisien makanan tumbuh yang menggunakan minimum air dan ruang dan memanfaatkan limbah, sehingga produk akhir organik, ikan sehat dan sayuran. Dari sudut pandang gizi, aquaponics menyediakan makanan dalam bentuk kedua protein (dari ikan) dan sayuran.</p>
<p><a href="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2012/04/aquaponic_aquaculture_indonesia.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-134" title="aquaponic_aquaculture_indonesia" src="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2012/04/aquaponic_aquaculture_indonesia-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Metode Aquaponics</p>
<p>Ada berbagai macam konfigurasi sistem aquaponic. Komponen umum untuk setiap sistem aquaponic adalah tangki ikan dan tempat pertumbuhan tanaman. Variabel termasuk komponen filtrasi, komponen pipa, jenis tempat tidur tanaman dan jumlah dan frekuensi sirkulasi air dan aerasi. Secara umum, sistem yang memanfaatkan filtrasi beberapa untuk menghilangkan limbah padat ikan akan memiliki produksi yang lebih tinggi dari ikan dan tanaman daripada mereka yang tidak menggunakan filtrasi.<br />
Ada tiga metode utama aquaponic muncul di industri. Setiap jika metode ini didasarkan pada desain sistem hidroponik, dengan akomodasi untuk ikan dan filtrasi, diantaranya Rafting Sytem, <a href="http://www.ediskoe.blogspot.com/2008/09/hidroponik-nft-sayuran-keluaga-sayuran.html">NFT (Nutrient Film Technique)</a> dan <a href="http://www.ediskoe.blogspot.com/2008/02/paprika-tanam-dengan-sistem-hiroponik.html">growing media</a>.</p>
<p>Komoditi Aquaponic</p>
<p>Ikan dan tanaman yang dipilih untuk sistem aquaponic harus memiliki kebutuhan yang sama, <a href="http://www.agrifam.com/product_information.php?product=68&amp;title=Thermo%20Stik">baik suhu</a> <a href="http://www.agrifam.com/product_information.php?product=16&amp;title=EC/pH/TDS%20Meter">dan pH</a>. Akan selalu ada beberapa kompromi dengan kebutuhan ikan dan tanaman tetapi, semakin dekat dengan kondisi baik suhu dan pH, maka mereka akan semain cocok, dan lebih berhasil dalam teknik akuakultur.<br />
Sebagai gambaran bahwa, kondisi air yang hangat,dan air tawar, merupakan kombinasi ikan dan tanaman seperti selada, dan herbal tumbuh dengan baik, sistem hidroponik yang sesuai dengan ini adalah Rafting dan NFT. Dalam sistem sangat penuh dengan ikan, Anda mungkin beruntung dengan tanaman buah seperti tomat dan paprika, dengan aquaponic yang memerlukan tangki-tangki air untuk ikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://hidroponik.org/?feed=rss2&#038;p=131</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fertigasi Greenhouse</title>
		<link>https://hidroponik.org/?p=113</link>
		<comments>https://hidroponik.org/?p=113#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 08:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[AgriConsult]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Climate Control]]></category>
		<category><![CDATA[Greenhouse Tropical Climates]]></category>
		<category><![CDATA[Irrigation]]></category>
		<category><![CDATA[Net House (Screen House)]]></category>
		<category><![CDATA[The Hydroponics & Greenhouse Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Water Control]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hidroponik.org/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Fertigasi di Greenhouse (Fertigation, Fertilizer and Irrigation Sytem) Penyiraman dan pemupukan budidaya sayuran didalam greenhouse pada umumnya dilakukan secara bersamaan. Penyiraman dan pemupukan sangat menentukan pertumbuhan, produktifitas dan kualitas tanaman. Teknis penyiraman dan pemupukan dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan sistem irigasi, teknis fertgasi tergantung dari jenis tanaman dan media yang digunakan dalam budidaya [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/10/fertigasi-greenhouse2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-119" title="fertigasi greenhouse" src="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/10/fertigasi-greenhouse2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Fertigasi di Greenhouse (Fertigation, Fertilizer and Irrigation Sytem)</p>
<p style="text-align: justify;">Penyiraman dan pemupukan budidaya sayuran didalam greenhouse pada umumnya dilakukan secara bersamaan. Penyiraman dan pemupukan sangat menentukan pertumbuhan, produktifitas dan kualitas  tanaman. Teknis penyiraman dan pemupukan dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan sistem irigasi, teknis fertgasi tergantung dari jenis tanaman dan media yang digunakan dalam budidaya sayuran atau tanaman lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu alat yang penting untuk Fertigasi adalah alat distribusi penyiraman dan pemupukan, baik pemupukan untuk organik atau an organik.</p>
<p style="text-align: justify;">Spsifikasi alat distribusi Ferigasi untuk greenhouse sbb:</p>
<ul>
<li>Head Unit Pompa, 2,5 HP, kapasitas area 1000 m2,</li>
<li> Dudukan head Unit, rangka besi ukuran 100x120x20cm</li>
<li>Water tank plastik kapasitas 500 Liter x 4 buah <a href="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/10/fertigasi-greenhouse.jpg"><br />
</a></li>
<li>Dripline irigasi sistem    Mist irigasi sistem   System PRV,</li>
<li>Discfilter, Balvalve   instalation peralon   Panel Kontrol</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyiraman, yaitu : Larutan nutrisi tanaman yang akan digunakan untuk penyiraman tanaman harus      mempunyai kepekatan  (EC) dan nilai pH yang sesuai dengan jenis tanaman dan   umur   tanaman,      yang dapat diukur dengan alat EC dan PH meter sebelum didistribusikan ke tanaman.  Volume dan kepekatan larutan nutrisi diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman, umur tanaman, virietas dan tipe iklim setempat. Frekuensi penyiraman larutan nutrisi tergantung pada kondisi setempat, dan berbeda antara tanaman yang masih kecil dengan tanaman yang sudah dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila penyirman larutan nutrisi dengan cara manual (penyiraman dilakukan oleh orang untuk setiap polybag) agar dihitung kebutuhan tenaga kerja tiap satuan luas kebun, sehingga tidak mengalami kesulitan dalam waktu dan frekuensi penyiraman.  Pada sistem fertigasi tetes, Keuntungan lain bahwa itu mengurangi kontak air dengan tanaman pertumbuhan di atas tanah (daun, batang, dan buah) sehingga membuat kondisi yang kurang menguntungkan bagi banyak penyakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Petani dengan variabel sumber daya air juga dapat menghargai tekanan yang lebih rendah (8-10 psi di garis tetes) yang diperlukan untuk mengoperasikan sistem irigasi tetes. fertigasi sukses, terdiri dari informasi tentang desain, operasi, dan pengelolaan. Fertigasi memungkinkan petani untuk mudah menerapkan nutrisi sepanjang musim  Setiap nutrisi dalam bentuk yang larut tersedia untuk penyerapan yang tepat tanaman setelah aplikasi, yang memungkinkan kontrol lebih besar atas petani terhadap ketersediaan nutrisi untuk tanaman. Faktor ini dapat menyebabkan penggunaan pupuk lebih efisien. Nutrisi dapat diterapkan secara harian, mingguan, atau periodik, tergantung pada rencana pengelolaan keseluruhan unsur hara bagi tanaman. Ketika nutrisi yang diterapkan sebelum mereka dibutuhkan, petani dapat mengurangi hilangnya nutrisi dari zona akar.</p>
<p style="text-align: center;"><strong> HUBUNGI/CONTACT US :</strong></p>
<p style="text-align: center;">Jl. KH. Rd. Abdullah Bin Nuh  						    89<br />
Bogor 16115 – Indonesia</p>
<p style="text-align: center;">Call/SMS : 081 70000 389<br />
Telp : 0251-7194243 &amp; 0251-8422001 Fax : 0251-8410 243 (09.00-16.00 WIB)</p>
<p style="text-align: center;">Marketing &amp; Produk<br />
Email: info@hidroponik.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://hidroponik.org/?feed=rss2&#038;p=113</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Greenhouse Sayuran</title>
		<link>https://hidroponik.org/?p=60</link>
		<comments>https://hidroponik.org/?p=60#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 14:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[AgriConsult]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Greenhouse Tropical Climates]]></category>
		<category><![CDATA[The Hydroponics & Greenhouse Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hidroponik.org/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Peluang usaha bidang pertanian ini dapat diterapkan juga pada peluang usaha hidroponik dan pertanian lainnya. Pengembangan pertanian menggunakan teknologi greenhouse menjadi semakin penting jika dikaitkan dengan upaya peningkatan daya saing produk agribisnis nasional secara berkelanjutan untuk memenuhi tuntutan pasar global, disamping aman dikonsumsi (food safety attributes), punya kandungan nutrisi tinggi (nutrional attributes) dan ramah lingkungan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1432.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-61" title="greenhouse lettuce cianjur" src="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/09/IMG_1432-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Peluang usaha bidang pertanian ini dapat diterapkan juga pada peluang usaha hidroponik dan pertanian lainnya.</p>
<p>Pengembangan pertanian menggunakan teknologi <a href="http://www.agrifam.com/shop_display_products.php?cat_id=7">greenhouse</a> menjadi  semakin penting jika dikaitkan dengan upaya peningkatan daya saing  produk agribisnis nasional secara berkelanjutan untuk memenuhi tuntutan  pasar global, disamping aman dikonsumsi (<em>food safety attributes</em>), punya kandungan nutrisi tinggi (<em>nutrional attributes</em>) dan ramah lingkungan (<em>eco-labelling</em> <em>attributes</em>), juga pasar membutuhkan produksi sepanjang tahun tanpa permasalahan iklim menjadikan kendala.</p>
<p>Pertanian didalam <a href="http://www.agrifam.com/shop_display_products.php?cat_id=7">greenhouse</a> adalah sistem produksi pertanian yang mengabungkan pemanfaatan  perlindungan tanaman dari intensitas hujan, sinar matahari dan iklim  mikro, yang mengoptimalkan pemeliharaan tanaman, pemupukan dan irigasi  mikro, sehingga mampu meningkatkan produksi sayuran, buah dan bunga yang  berkualitas tanpa tergantung dengan musim.</p>
<p>Pengembangan pertanian di dalam greenhouse dengan cara, antara lain:</p>
<p>1.    Membangun greenhouse produksi dan perlengkapnnya</p>
<p>2.    Membangun tempat pembibitan (nursery)</p>
<p>3.    Membuat sistem irigasi mikro untuk greenhouse</p>
<p>4.    Membuat Water Storage untuk keperluan sistem irigasi</p>
<p>5.    Pelatihan produksi pertanian dengan teknologi greenhouse secara on farm (learning by doing).</p>
<p>Sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan greenhouse untuk pertanian antara lain adalah:</p>
<p>1.  Mengenalkan  teknologi pertanian alternatif yang bisa dilakukan oleh pelaku usah  pertanian untuk usaha tani yang menguntungkan dan terkesan pertanian  modern yang berbahan lokal.</p>
<p>2.  Meningkatkan  pendapatan dan kesejahteraan petani, karena: (1) Harga jual hasil  produksi pertanian didalam greenhouse seringkali lebih mahal; (3)  Mendekatkan pasar global dengan hasil kepastian produksi pertanian yang  berkualitas dan kepastian suplai (4) Pengembangan pertanian dengan  teknologi greenhouse berarti mendorong (memacu) daya saing produk  agribisnis Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar internasional  terhadap produk pertanian yang berkualitas dan kontinyu yang terus  meningkat. Ini berarti akan mendatangkan devisa bagi pemerintah dan  pemerintah daerah, yang pada akhirnya akan/dapat meningkatkan  kesejahteraan petani itu sendiri;</p>
<p>3.    Meminimalkan  semua bentuk penggunann bahan kimi yang dihasilkan dari kegiatan  pertanian konvensional. Karena kegiatan pertanian di dalam greenhouse:  Menerapkan Pengelolaan Hama Terpadu;</p>
<p>4.    Kegiatan  pertanian didalam greenhouse selain menciptakan lapangan kerja baru  juga dapat meningkatkan perolehan teknologi pertanian di perdesaan.  Pertanian teknologi greenhouse akan menciptakan hadirnya peluang pasar  lain yang berarti adanya lapangan kerja baru bagi masyarakat perdesaan.  Disamping itu, penerapan pertanian dengan greenhouse juga akan mendorong  terciptanya kerjasama kemitraan antara petani-pasar-penyedia input.</p>
<p>5.    Dengan  demikian, nampak bahwa kegiatan pertanian dengan mengunakan greenhouse  merupakan suatu sistem pertanian yang terintegrasi, ekonomis,  berkualitas, produksi sepanjang musim dan dapat meningkatkan nilai  tambah masyarakat. Untuk merealisasikan usaha pertanian dengan  greenhouse ini, dibutuhkan kegiatan pengembangan langsung kepada  masyarakat dalam bentuk kegiatan pengembangan greenhouse pertanian di  lapangan. Kegiatan pengembangan usaha produksi pertanian dengan  greenhouse ini dapat dilakukan melalui intensifikasi lahan usaha  dan/atau lahan transmigrasi, sehingga mempunyai daya produksi sebagai  sentra pertanian berbagai sayuran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://hidroponik.org/?feed=rss2&#038;p=60</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hydroponic Systems</title>
		<link>https://hidroponik.org/?p=33</link>
		<comments>https://hidroponik.org/?p=33#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 22:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[AgriConsult]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Greenhouse Tropical Climates]]></category>
		<category><![CDATA[The Hydroponics & Greenhouse Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hidroponik.org/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Hydroponic Systems Hydroponics is defined as growing plants, using mineral nutrient solutions, without soil. Although hydroponic systems do not involve soil, they may involve a wide variety of growing media, such as perlite, gravel, peat, sand, rockwool and others. Typical hydroponic crops include lettuce, strawberries, hebrs, tomato, cucumber and flowers. In hydroponic systems which do not [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/09/greenhouse-pertanian-sayuran.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-34" title="greenhouse pertanian sayuran" src="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/09/greenhouse-pertanian-sayuran-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Hydroponic Systems</strong></p>
<p><strong>Hydroponics</strong> is defined as growing plants, using mineral nutrient solutions, without soil. Although hydroponic systems do not involve soil, they may involve a wide variety of growing media, such as perlite, gravel, peat, sand, rockwool and others. Typical hydroponic crops include lettuce, strawberries, hebrs, tomato, cucumber and flowers. In hydroponic systems which do not involve any growing medium, roots are immersed in an aerated nutrient solution. In hydroponic systems, most of the plant nutrients are supplied by the nutrient solution, rather than by the media in which the plants are grown.</p>
<p>Unlike soil, that stores nutrients, the growing media used in hydroponic systems have a little effect, if any, on the nutrition of plants. As a result, the only source of nutrients is the nutrient solution, and therefore you have total control over your plant nutrition.</p>
<p>While soil allows more tolerance for inaccuracy, hydroponics leaves very little room for errors. Because changes are rapid and mistakes can be very costly, hydroponics growers should make highly educated and accurate decisions</p>
<p><strong>Types of Hydroponic Systems</strong></p>
<p>There are two main types of hydroponic systems &#8211; closed hydroponic systems and open hydroponic systems. Hydroponic systems that do not involve growing media are usually closed systems, while hydroponic systems that involve growing media (container plants), may be closed or open systems</p>
<p><strong>Closed Hydroponic Systems</strong></p>
<p>Closed hydroponic systems the same nutrient solution is recirculated and the nutrient concentrations are monitored and adjusted accordingly.<br />
Keeping the nutrient balance in such hydroponic systems is a challenge and the hydroponic nutrient solution has to be sampled and analyzed at least once a week. The nutrient solution composition has to be adjusted according to the results. If not managed properly, the nutrient solution might get out of balance. Closed hydroponic systems include both simple hydroponic systems, as well as sophisticated ones. Here is a short brief of some of these methods:</p>
<p><strong>Deep Water Culture (DWC) hydroponic systems &#8211; </strong>This is the most simple type hydroponic systems. In this type of hydroponic systems plants are suspended in an oxygen-enriched nutrient solution.</p>
<p><strong>The Wick hydroponic systems</strong> &#8211; This is a passive hydroponic system, in which wicks run from the base of the plant container down to a reservoir and draw the nutrient solution upwards.</p>
<p><strong>Ebb and Flow</strong> &#8211; This is the most popular hydroponic system due to its low maintenance and low cost. It is widely used for plug production and potted plants. In this type of system the growing bed is flooded with nutrient solution and then it is allowed to drain. The duration and frequency of the flood depends on factors such as the type of growing medium used, size of containers and plants water requirements.</p>
<p><strong>NFT (Nutrient Film Technique) hydroponic systems</strong> &#8211; This system uses a continuous nutrient solution flow over the roots. This results in a thin film of nutrient solution around the roots, allowing them both aeration and access to nutrients.</p>
<p><strong>Open hydroponic Systems</strong><br />
In open hydroponic systems a fresh nutrient solution is introduced for each irrigation cycle. The nutrient solution is usually delivered to the plants using a drip system. In open hydroponic systems an adequate run-off must be maintained in order to keep nutrient balance in the root zone.</p>
<p><strong>Hydroponic Nutrient Solutions</strong></p>
<p>Several important factors have to be considered when preparing hydroponic nutrient solutions:</p>
<ul>
<li>Water      quality &#8211; salinity, concentration of potential harmful elements (like      sodium, chlorides and boron)</li>
<li>Required      nutrients and their concentrations in the hydroponic nutrient solution.</li>
<li>Nutrient      balance.</li>
<li>The<strong> </strong>pH      of the hydroponic nutrient solution and its affect on uptake of      nutrients by plants.</li>
</ul>
<p><strong>The Electrical Conductivity (EC) of the Hydroponic Nutrient Solution</strong></p>
<p>The electrical conductivity is a measure of the total salts dissolved in the hydroponic nutrient solution. It is used for monitoring applications of fertilizers. Note that the EC reading doesn&#8217;t provide you with information regarding the exact mineral content of the nutrient solution.</p>
<p>In closed hydroponics systems, the hydroponic nutrient solution is recirculated and elements which are not absorbed in high quantities by plants (such as sodium, chloride, fluoride etc.) or ions released by the plant, build up in the hydroponic nutrient solution. In this case there is a need more information about the nutrient solution content, that EC cannot provide.</p>
<p>Testing the hydroponic nutrient solution frequently will help you decide on the timing for replacing the nutrient solution or dilute it with fresh water water.</p>
<p><strong><br />
pH of the Hydroponic Nutrient Solution</strong></p>
<p>The optimal pH range of the hydroponic nutrient solution is 5.8-6.3. Micronutrients are more available in lower pH, but when pH levels drop below 5.5, you run the risk of micronutrients toxicity, as well as impaired availability of calcium and magnesium. In hydroponics, especially in closed systems, the roots readily affect the hydroponic solution pH, so pH tend to fluctuate.</p>
<p>Appropriate products for acidifying the hydroponic nutrient solution are sulfuric acid, phosphoric acid and nitric acid. Ammonium/nitrate is one of the major factors affecting the pH of the nutrient solution</p>
<p><strong>Water Quality</strong></p>
<p>The hydroponic nutrient solution consists of minerals in the raw water and nutrients added with fertilizers. The selection of fertilizers and their concentration in the hydroponic nutrient solution greatly depend on the quality of the raw water. Therefore, testing the raw water prior to deciding on a fertilizer formula is imperative.</p>
<p>Minerals such as calcium, magnesium,sulfur, and trace elements such as boron, manganese, iron and zinc may be present in the source water. These elements must be factored in when adjusting the hydroponic nutrient solution.</p>
<p>Additionally, raw water might contain high concentrations of unwanted minerals, such as sodium, chloride or fluoride, rendering it unsuitable for hydroponics</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://hidroponik.org/?feed=rss2&#038;p=33</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hydroponics Community</title>
		<link>https://hidroponik.org/?p=1</link>
		<comments>https://hidroponik.org/?p=1#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 02:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[AgriConsult]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Greenhouse Tropical Climates]]></category>
		<category><![CDATA[The Hydroponics & Greenhouse Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hidroponik.org/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; Hidroponik.org has the assistance of the hydroponics &#38; greenhouse technology for counselling its clients. The clients of Hydroponics Community  can have agricultural consulting in: Technical advice (automatic fertigation equipment, heating, humidification, climate controllers, desalination plants, etc.). Managing fertigation. Handling hydroponic crops. Climate control in greenhouses]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/08/greenhouse-retail-toko-bunga.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-36" title="greenhouse retail toko bunga" src="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/08/greenhouse-retail-toko-bunga-300x157.jpg" alt="" width="300" height="157" /></a></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hidroponik.org</strong> has  the assistance of the hydroponics &amp; greenhouse technology for counselling its clients. The clients of Hydroponics Community  can have agricultural consulting in:</p>
<p>Technical advice (automatic fertigation equipment, heating, humidification,  climate controllers, desalination plants, etc.).</p>
<ul>
<li>
<div>Managing fertigation.</div>
</li>
<li>
<div>Handling hydroponic crops.</div>
</li>
<li>
<div>Climate control in greenhouses</div>
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://hidroponik.org/?feed=rss2&#038;p=1</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Greenhouse Indonesia</title>
		<link>https://hidroponik.org/?p=21</link>
		<comments>https://hidroponik.org/?p=21#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 05:23:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[AgriConsult]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Greenhouse Aqua Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Greenhouse Tropical Climates]]></category>
		<category><![CDATA[Net House (Screen House)]]></category>
		<category><![CDATA[Screen & Shad house]]></category>
		<category><![CDATA[The Hydroponics & Greenhouse Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hidroponik.org/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Greenhouse Indonesia : Greenhouses are ideal for growing many types of vegetables, both in the warm weather and the winter. Not only is growing your own food fun and rewarding, but it can also save you hundreds of Rupiah or more on your grocery bills. Growing your own produce is not a complicated task&#8211;however, it [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/08/greenhouse-single-spain.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-38" title="greenhouse single spain" src="http://hidroponik.org/wp-content/uploads/2011/08/greenhouse-single-spain-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Greenhouse Indonesia :</p>
<p>Greenhouses are ideal for growing many types of vegetables, both in the   warm weather and the winter. Not only is growing your own food fun and   rewarding, but it can also save you hundreds of Rupiah or more on your   grocery bills. Growing your own produce is not a complicated   task&#8211;however, it is important to have the right greenhouse setup and   supplies to accomplish your gardening goals.</p>
<p>Simple single-arch greenhouse. The Greenhouse has a  simple structure, easy installation, economical and practical  characteristics such as an economic-type greenhouse, and is suitable for  universal access to the indonesia region.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Greenhouse  material used in all hot dip galvanized pipe, side-window ventilation  with manual shutter, roll film a height of about 1m. Films from  galvanized steel or aluminum slot and breathable Reboutsika fixed,  beautiful and practical, resistant to corrosion</p>
<p>Aplikasi : (pertanian &amp; perikanan)<br />
Pembibitan, produksi sayuran buah &amp; daun, perikanan/aquaticplant.</p>
<p style="text-align: left;">Spesifikasi Greenhouse Indonesia Untuk Sayuran :</p>
<ul>
<li>Tinggi Tiang samping 3 MTinggi atap maksimal 1.3 M dari support Tiang</li>
<li>Rangka Tiang besi Stall 6&#215;4 tebal 1.8 mm</li>
<li>Curve atap dengan besi stall 4&#215;4 tebal 1.8 mm</li>
<li>Rangka Atap dengan stall 4&#215;4, tebal 1.8 mm</li>
<li>Besi support pipa 3/4&#8243; tebal 1.8 mm</li>
<li>Atap Greenhouse dengan Plastik UV 14%, 200 micron</li>
<li>Dinding Greenhouse dengan Insectscreen 48 mesh</li>
<li>Pintu geser dengan tutup fiber transparan</li>
<li>Pintu bak desinfectan dengan lantai plesteran</li>
<li>Semua besi di cat silver &amp; anti karat</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://hidroponik.org/?feed=rss2&#038;p=21</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
